Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anak dalam Berbicara

Pada saat anak-anak berusia dua tahun, kebanyakan bentuk-bentuk komunikasi prabicara dalam masa bayi telah ditinggalkan. Anak-Anak tidak lagi mengoceh dan tangis mereka sudah mulai berkurang. Selama masa awal kanak-kanak, anak-anak memiliki keinginan yang kuat dalam belajar berbicara. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, berbicara merupakan cara umum dalam bersosialisasi. Anak-anak akan lebih mudah berkomunikasi dengan teman sebaya dan melakukan kontak sosial. Anak-anak dengan kemampuan komunikasi yang baik akan lebih diterima dalam kelompok daripada yang kemampuan komunikasinya terbatas. Kedua, belajar berbicara dapat melatih kemandirian pada Anak-anak. Anak-anak dengan komunikasi yang baik dapat lebih mudah mengungkapkan keinginannya dalam melakukan sesuatu, seperti memakai baju atau menyisir rambutnya sendiri.

Lalu apa saja sih faktor-faktor yang mempengaruhi anak dalam berbicara? Berikut penjelasannya!

Faktor-Faktor yang mempengaruhi anak-anak dalam berbicara, yaitu:

1. Intelegensi

Semakin anak cerdas, maka semakin cepat ia belajar. Sehingga semakin mudah untuknya menguasai ketrampilan berbicara.

2. Jenis Disiplin

Anak-anak yang dibesarkan dengan tingkat kedisiplinan yang cenderung lemah, akan membuatnya lebih banyak berbicara. Sedangkan anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan disiplin cenderung keras akan lebih sedikit dalam berbicara.

3. Urutan Kelahiran

Anak sulung lebih didorong untuk banyak berbicara dibandingkan dengan adik-adiknya.

4. Besarnya Keluarga

Anak tunggal didorong untuk lebih banyak bicara dan orangtua memiliki lebih banyak waktu dalam mengajaknya berbicara. Sedangkan anak-anak dari keluarga yang besar lebih menerapkan kedisiplinan, sehingga anak-anak lebih sulit untuk berbicara sesukanya.

5. Status Sosial Ekonomi

Dalam keluarga dengan ekonomi menengah kebawah cenderung memiliki kegiatan yang kurang terorganisasi dibandingkan dengan keluarga menengah keatas. Sehingga pembicaraan antar anggota keluarga jarang terjadi, serta anak-anak kurang didorong untuk berbicara.

6. Berbahasa Dua

Meskipun anak dari keluarga yang berbahasa dua boleh berbicara sebanyak anak dari keluarga yang berbahasa satu, tetapi pembicaraannya akan lebih terbatas ketika ia berada dengan kelompok sebayanya atau orang-orang dewasa di luar rumah.

7. Jenis Kelamin

Terdapat efek penggolongan dalam jenis kelamin pada pembicaraan anak sekalipun masih berada dalam tahun-tahun prasekolah. Anak laki-laki diharapkan untuk sedikit berbicara dibandingkan dengan anak perempuan. Apa yang dikatakan dan bagaimana cara mengatakannya diharapkan berbeda dari anak perempuan. Membual dan mengkritik orang lain dipandang sesuai dengan anak laki-laki. Sedangkan anak perempuan lebih dianggap wajar bila mengadukan orang lain.

Refrensi:
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Chat kami